Kamis, 07 Juli 2011

SKENARIO ROLE PLAY KEPERAWATAN KOMUNIKASI


SKENARIO ROLE PLAY KEPERAWATAN KOMUNIKASI
KELOMPOK I


Di UGD RST


Pasien
:
Selamat siang, sus !
Perawat
:
Selamat siang, saya mau mencatat identitas bapak dan apa keluhan bapak !
Pasien
:
Sus !! identitas saya dapat di catat sesuai dengan KTP dan keluhan saya :
Bab cair selama + 3 bulan walaupun sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat BB menurun, sariawan.
Perawat
:
Bapak !! Apa ada yang lainnya keluhannya dan saya mau periksa vital signnya, maksudnya . T/D 100/60 mmhg, Temperatur 35 0C, Nadi 76 x/mnt, Napas  28 x/mnt dan BB 50 kg
Pasien
:
Keluhan saya tidak ada yang lain.
Perawat
:
Dokter !! Ini ada pasien baru dengan keluhan Bab cair selama + 3 bulan walaupun sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat BB menurun, sariawan dan vital signnya. T/D 100/60 mmhg, Temperatur 35 0C, Nadi 76 x/mnt, Napas 28 x/mnt dan BB 50 kg.
Dokter
:
Selamat siang pak !! Apa benar keluhan bapak : ” selama + 3 bulan walaupun sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat BB menurun, sariawan ”
Pasien
:
Selamat siang !! Benar dok, keluhan saya seperti itu.
Dokter
:
Kalau begitu, saya mau periksa bapak !!
Paisen
:
Iya, silahkan !!
Dokter
:
Bapak  harus di rawat untuk pemeriksaan dan pengobatan yang lebih lanjut oleh spesialis penyakit dalam, jadi saya memberikan resep obat !!
Pasien
:
Saya serahkan kepada dokter, mana yang terbaik buat saya.
Dokter
:
Suster, bapak ini di bawa kee Ruang Mawar untuk di rawat !!
Perawat (1)
:
Oh, yaa dok !! saya bawa sekarang pasiennya !!



Di Ruang Mawar


Perawat (1)
:
Mba !! ini ada pasien baru dari UGD untuk di rawat di Ruang Mawar dan ini status pasiennya !!
Perawat (2)
:
Iya mba !! Pasiennya taruh di ranjang ini !!
Perawat (2)
:
Bapak !!! Sebentar lagi dokter spesialis penyaki dalam mau datang untuk memeriksa bapak, jadi bapak jangan kemana-mana !!
Pasien
:
Iya sus.
Dokter internis
:
Sus, apa ada pasien saya di Ruang Mawar ini !!!
Perawat (2)
:
Ada dok !! pasien dari UGD dengan Bab cair selama + 3 bulan walaupun sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat BB menurun, sariawan dan vital signnya. T/D 100/60 mmhg, Temperatur 35 0C, Nadi 76 x/mnt, Napas 28 x/mnt dan BB 50 kg
Dokter internis
:
Bapak !!! Apa benar bapak sakit selama + 3 bulan BAB cair walaupun sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat BB menurun, sariawan dan saya mau periksa bapak !!
Pasien
:
Benar dok, sakit saya seperti yang dokter sebutkan dan silahkan periksa dok !!!
Dokter internis
:
Bapak, ada resep obat untuk di beli di Apotik RS dan juga ada pemeriksaan laboratorium !!
Pasien
:
Iya dok, nanti saya beli obatnya di Apotik RS ini !!!
Dokter internis
:
Sus !! Kompormasi dengan analis laboratorium untuk pemeriksaan laboratorium serum HIV dan hasilnya sampaikan kepada saya !!!
Perawat (2)
:
Iya, dok !!
Perawat (2)
:
Mba, ada pasien untuk pemeriksaan serum HIV
Analis Lab.
:
O, yaa !!! nanti saya kesana.
Analis Lab.
:
Mba, pasien mana yang mau saya ambil darahnya !!
Perawat (2)
:
Yang ini, mba !!!
Analis Lab.
:
Bapak, saya mau mengambil darah bapak untuk pemeriksaan di laboratorium.
Pasien
:
Silahkan, Pak !!
Analis Lab.
:
Bapak, pengambilan darah sudah selesai dan hasil nanti saya sampaikan kepada suster Ruang Mawar ini !!
Pasien
:
Terima kasih, pak !!!

1 jam kemudian



Analis Lab.
:
Mba, ini hasil pemeriksaan lab. Bapak (Herman) dengan serum (+) HIV
Perawat
:
Oya, terima kasih !!



Hari ke 2



Dokter internis
:
Sus, Bagaimana dengan hasil laboratoriumnya !!
Perawat (2)
:
Hasil lab. Nya serumnya (+) HIV,  dok !!
Dokter internis
:
Sus, saya mau ketemu pasiennya dan mana status pasiennya !!!!
Perawat (2)
:
Ini status pasiennya, dok !!!
Dokter internis
:
Selamat siang pak !!!
Pasien
:
Selamat siang dok !!!
Dokter internis
:
Apakah bapak pernah atau sering gonta ganti pasangan pada saat berhubungan dengan lain jenis !!!!



Pasien
:
Benar dok !!! saya suka ganti pasangan saat berhubungan dengan lawannya jenis + 1 tahun terakhir.
Dokter internis
:
Dari hasil pemeriksaan Lab. Ternyata bapak menghidap penyakit HIV
Pasien
:
Aaaaakh, saya menghidap penyakit HIV !!!
Dokter internis
:
Iya, nanti penjelasan lebih lanjut untuk bapak tentang HIV, saya serahkan kepada konselor RS !!!
Dokter internis
:
Sus, sampaikan kepada konselor untuk memberikan penjelasan dan pengarahan kepada pasien Herman !!!
Perawat (2)
:
Iya dok !!
Bapak
:
Sus !!! Apa sakit anak saya !!!
Perawat (2)
:
Sakit anak bapak adalah berak-berak, sariawan dan kondisinya lemah, perlu pengobatan dan perawatan di RS ini.
Ibu
:
Apa penyakit anak saya bisa disembuhkan  !!!
Perawat
:
Bu !!!! In syaa allah bisa disembuhkan, yang terpenting adalah pasien mau mengikuti arahan dokter dan perawatnya dalam pengobatan dan keperawatan di RS ini.
Ibu
:
Saya berdoa semoga anak saya cepat sembuh, yaa sus !!!
Perawat (2)
:
Halo, Mba El, ada permintaan dari dokter internis untuk menjelaskan dan mengarahkan pasein HIV ini !!!
Konselor (1)
:
Ooo Iya, nanti saya kesana.
Konselor (1)
:
Selamat siang Mba !!! mana pasiennya
Perawat (2)
:
Ini pasiennya
Konselor (1)
:
Selamat siang ibu,
Pasien
:
Selamat siang.
Konselor (1)
:
Perkenalkan nama saya elsye sebagai konselor bapak sekarang, saya mau berbicara kepada bapak tentang penyakit yang bapak derita atau alami sekarang, apakah bersedia dan bapak ada waktu buat saya !!!
Pasien
:
Silahkan, apa yang akan kita bicarakan !!
Konselor (1)
:
Saya harapkan ibu dapat tabah dan sabar atas penyakit yang bapak derita, sebagaimana yang di sampaikan dr. Edi K,S.PD tentang penyakit bapak yaitu HIV  !!
Pasien
:
Sus, saya sudah tahu  tentang penyakit saya !!
Pasien
:
Apa yang harus saya lakukan, sus !!! sekarang
Konselor (1)
:
Yang bapak lakukan sekarang, bapak menerimanya dengan sabar dan tabah, berusaha untuk berobat, mendekatkan diri kepada Tuhan YME, dan beraktifitas seperti biasa !! Apakah ibu pernah menikah !!!
Pasien
:
Belum
Konselor (1)
:
Kapan bapak melakukan gonta ganti pasangan saat berhubungan  dengan lawan jenis  !!
Pasien
:
Se tahun yang lalu !!!
Konselor (1)
:
Kemungkinan, penularan HIV nya lewat hubungan sexual
Pasien
:
Ooo, itu jadi tempat penularannya  !!
Konselor (1)
:
Apakah bapak tahu tentang penyakit HIV !!
Pasien
:
Saya tidak tahu
Konselor (1)
:
Penyakit HIV di sebabkan oleh virus HIV yang menyerang kekebalan
tubuh dan penularannya lewat  persalinan, hubungan sex, transfusi darah, bekas jarum yang digunakan oleh penderita HIV !!!
Pasien
:
Ohh, jadi itu penyebab dan penularan penyakit HIV !!!
Konselor (2)
:
Apakah bapak, mau orang tuanya diberitahu tentang penyakit bapak !!!
Pasien
:
Jangan diberitahu orang tua saya, agar tidak timbul kemarahan, kebencian, sehingga mengganggu hubungan keharmonisan saya !!
Konselor (2)
:
Bapak, ikuti arahan dokter, suster dan konselor selama bapak di dalam pengobatan, perawatan dan konseling HIV di RS
Pasien
:
Iya, saya mengerti dan mengikuti arahannya !!
Konselor (2)
:
Saya berdoa semoga penyakit bapak ini dapat di sembuhkan, paling tidak dapat mengurangi penderitaan yang bpak alami !!
Pasien
:
Terima kasih atas doanya.
Konselor (2)
:
Saya kira cukup pembicaraan kita pada hari ini, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan !!
Pasien
:
Saya juga mengucapkan terima kasih atas pemberitahuan tentang penyakit saya dan nasehat-nasehatnya, sus !!!
Konselor (2)
:
Selamat siang, ibu
Pasien
:
Selamat siang, sus !!!









Kesimpulan

  1. Secara klinik seharusnya sebagai dokter dan perawat harus mengetahui seorang pasien terkena HIV atau tidak. Sehingga dapat mengantisipasi terjadinya resiko penularan terhadap pasien.
  2. Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan serum (+) HIV, sehingga diagnose sudah dapat ditegakkan dan keperawatan sudah dapat dilakukan sesuai  pasien dengan kasus HIV (+).
  3. Dokter internis menjelaskan diagnosa HIV (+) terhadap pasien, agar ada kepastian penyakit yang di derita pasein, sehingga pasien tidak binggung dan bertanya-tanya tentang masalah penyakitnya.
  4. Konselor mengexpelor atau mengali riwayat pasein HIV saat gonta ganti pasangan ketika berhubungan dengan lawan jenis selama satu tahun, agar lebih jelas dan terarah terhadap konseling yang dilakukan terhadap pasien.
  5. Pasien dapat mengerti dan memahami tentang penyakit yang dialami, sehingga membangkitkan semangat  beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari dan bersosialisasi dengan baik terhadap keluarga dan masyarakat.
  6. Privasi pasien HIV (+) untuk tidak menceritakan penyakit terhadap keluarga, harus di jaga dan di lindungi sesuai  etika ODHA, agar jangan  timbul kemarahan dan kebencian dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga tidak mengganggu hubungan keharmonisan keluarga dan masyarakat.

Analis : Selamat siang bapak, saya kristine saya petugas laboratorium, bapak pasien atas nama........?
Klien   : Iya saya..........
Analis : Bapak apakah tadi sudah di berikan penjelasan oleh perawat dan dokter kalau bapak akan di ambil darahnya untuk di periksakan di laboratorium guna mendukung dalam menegakan jenis penyakit yang bapak alami
Klien  : Sudah mba..
Analis : Prosesnya saya akan suntik di daerah lengan untuk mencari pembuluh darahnya dan saya akan ambil darahnya sedikit.
Klien   : Silahkan mba...
Analis : Permisi saya lihat tangannya ya pak..... ( sambil mengerjakan )........
              Maaf sakit sedikit yaa......
             *Sudah selesai pak, darah ini akan saya periksa, untuk hasilnya nanti akan saya sampaikan ke perawat yang bertugas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar